Metode dan Cara Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Besar

Ikan patin menjadi salah satu jenis ikan yang dapat dibudidayakan. Hanya saja, jika dibandingkan dengan ikan budidaya lain seperti nila atau gurame, pamor ikan patin seolah lebih surut. Padahal jika dilihat dari aspek ekonomi, budidaya ikan satu ini tergolong menjanjikan. Berikut metode dan cara budidaya ikan patin agar cepat besar.

Mencari Lokasi yang Tepat untuk Budidaya

Tidak semua tempat bisa dijadikan sebagai area budidaya, melainkan harus memenuhi syarat tertentu sehingga ikan patin dapat berkembang biak dengan tepat. Ikan patin termasuk jenis ikan air tawar yang habitat alaminya di sungai atau perairan lain. Oleh karena itu, kriteria tempat untuk budidaya ikan patin setidaknya harus mirip dengan habitat alami tersebut.

Karakteristik Kolam

Langkah pertama dalam melakukan cara budidaya ikan patin agar cepat besar adalah menentukan karakteristik kolam yang akan digunakan. Pilihlah tempat yang memiliki jenis tanah lempung. Hal ini dikarenakan kolam lempung mirip dengan habitat asli ikan patin.

Kondisi Penyinaran

Memperhatikan banyaknya sinar matahari yang terpancar pada kolam juga penting dilakukan. Pilihlah tempat budidaya dengan penyinaran yang cukup, tidak terlalu terang maupun tidak terlalu gelap. Sebaiknya pilih tempat terbuka.

Kondisi Air

Yang paling penting diperhatikan untuk menentukan lokasi budidaya ikan patin adalah kondisi perairan kolam. Pilih lokasi yang mempunyai air jernih, tidak keruh, dan pastinya tidak tercemari dengan benda berbahaya. Suhu air yang ideal berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celcius. Adapun kadar keasaman air idealnya sekitar 6,5 sampai 7 pH.

Alternatif Lokasi

Contoh lokasi yang bisa digunakan untuk budidaya ikan patin adalah kolam keramba. Selain itu, kolam yang berada di dekat wilayah irigasi dengan arus kecil juga bisa dijadikan alternatif lokasi. Kolam untuk ikan patin sejenis dengan kolam ikan lele.

Pilih Bibit yang Baik untuk Budidaya

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar selanjutnya adalah memilih bibit terbaik untuk budidaya. Bibit inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal ikan patin. Oleh karena itu, pilihlah bibit yang berkualitas unggul, sehingga hasil budidaya pun bisa maksimal. Berikut tips yang bisa dilakukan dalam hal pemilihan bibit ikan patin.

Lihat Induk

Bibit ikan patin yang unggul dihasilkan dari induk yang berkualitas. Oleh karena itu, hendaknya diperhatikan dengan betul indukan ikan patin. Alangkah lebih baik jika bibit ikan patin didapatkan dari reproduksi langsung dan bukan pemijahan inbreeding.

Perhatikan Fisik

Bibit ikan patin yang baik mempunyai ciri fisik yang proporsional. Ukurannya ideal, besar antara kepala dengan tubuh tidak berbeda. Selain itu, bibit ikan patin yang baik biasanya lincah dalam pergerakan, serta tubuhnya berwarna cerah dan mengkilat. Sungutnya pun sempurna tanpa luka.

Cek Potensi Penyakit

Pastikan bibit ikan patin yang akan dibudidaya tidak berpotensi terkena penyakit. Tanyakan kepada penangkar bibir, apakah induk penghasil ataupun bibit yang dihasilkan tersebut pernah terserang penyakit. Pastikan pula bagaimana perawatan bibit ketika di tempat penangkaran, mulai dari penggunaan antibiotik, vitamin, dan sebagainya.

Ukuran

Pilihlah bibit ikan patin yang seragam agar bisa menghasilkan ikan patin yang besarnya serupa. Hal ini penting diperhatikan, karena jika ukuran tidak seragam, dikhawatirkan akan terjadi perebutan makanan antara ikan patin yang ukuran lebih besar dengan yang kecil. Akibatnya kanibalisme pun terjadi. Demi mencegah hal ini, lebih baik memilih bibit berukuran seragam.

Pemeliharaan Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar yang tidak kalah penting adalah pemeliharaan. Jika tahap penentuan lokasi dan pemilihan bibit dapat dikatakan sebagai langkah prabudidaya, maka pemeliharaan ini menjadi langkah budidaya. Ikan patin harus dibudidaya dengan pemeliharaan yang baik, yaitu sebagai berikut.

Pengecekan Rutin

Setidaknya selama 2 hingga 3 kali dalam seminggu, lakukan pengecekan intensif secara rutin. Jika perlu, ganti pula air kolam guna menghindari timbunan kotoran (alami maupun buatan), serta sisa kotoran ikan yang sudah menempel di dalam kolam. Kuras air secara bertahap menyisakan volume 1/3 dari luas kolam.

Pemupukan

Tidak hanya tanaman saja yang membutuhkan pemupukan, tetapi juga ikan patin. Pemupukan ini bukan dalam arti harfiah seperti pada tanaman, tetapi berupa memasukkan unsur dan senyawa pada kolam. Tujuan dilakukannya pemupukan ini adalah agar bisa menghasilkan mikrobakteria dan zooplankton yang bisa dijadikan makanan alami ikan patin.

Pemberian Pakan

Pakan adalah perkara urgent dalam hal budidaya ikan patin. Pakan ikan berdampak langsung terhadap kualitas ikan hasil budidaya. Pakan untuk ikan patin idealnya diberikan sebanyak 3 kali dalam satu hari. Pakan ini bisa berupa pelet. Porsi pakan yang harus diberikan pada ikan patin setiap harinya kira-kira sekitar 3 sampai 5 persen jika dirasiokan dengan berat ikan.

Penanganan Hama dan Penyakit Ikan Patin

Menangani hama dan penyakit juga menjadi salah satu poin penting dalam cara budidaya ikan patin agar cepat besar. Tidak hanya menyerang tanaman saja, hama pun juga bisa menyerang ikan patin. Apabila tidak diatasi dengan langkah tepat, hama dan penyakit ini bisa merusak kualitas budidaya, bahkan bisa membunuh ikan patin. Berikut cara-cara penanganan hama dan penyakit ikan patin.

Mengatasi Hama Luar

Beberapa contoh hama dari luar yang umumnya bisa menyerang ikan patin antara lain ular air, biawak, lingsang, dan sebagainya. Untuk dapat menangani hama semacam ini cukup mudah yaitu hanya perlu menutup jalur akses yang biasanya digunakan oleh hama-hama tersebut. Selain itu, bisa juga ditambahkan pelindung di sekitar kolam seperti misalnya jaring-jaring atau terpal.

Mengatasi Hama Terbang

Hama terbang bisa yakni berupa burung. Guna mengatasi hama nakal satu ini bisa dibuat penutup pada bagian atas kolam, misalnya dengan menggunakan jaring-jaring transparan. Jaring ini bisa mencegah masuknya hama terbang baik ketika siang maupun malam hari.

Mengatasi Penyakit

Penyakit yang berpotensi menyerang ikan patin budidaya bisa diakibatkan oleh bakteri, virus, ataupun jamur. Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri bisa diatasi dengan antibiptik yang disemprotkan. Demikian pula dengan penyakit akibat virus, bedanya adalah kandungan semprotan yang digunakan. Sementara itu untuk penyakit akibat jamur bisa diatasi dengan pembersihan dan pengurasan kolam secara teratur.

Masa Panen Ikan Patin

Momen paling ditunggu dalam serangkaian cara budidaya ikan patin agar cepat besar adalah ketika masa panen tiba. Umumnya, ikan patin sudah bisa dipanen ketika usianya 5 sampai 6 bulan terhitung sejak penebaran benih. Namun untuk memanen ikan patin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.

Mengeringkan Kolam

Sebelum memanen ikan patin, kolam harus dikeringkan terlebih dahulu. Setidaknya sisakan air dengan volume 1/3 dari keseluruhan luas kolam. Hal ini untuk memastikan kondisi ikan yang akan dipanen masih segar.

Menggunakan Jaring

Biasanya proses pemanenan ikan patin dilakukan menggunakan bantuan alat berupa jaring. Lakukan pemanenan ini secara hati-hati sehingga tidak sampai menimbulkan luka di bagian tubuh ikan.

Masukkan ke Air Segar

Setelah berhasil menjaring ikan, selanjutnya segera masukkan hasil panenan ke dalam air segar yang sudah disiapkan. Agar tetap bisa menjaga kesegaran ikan, tambahkan air kira-kira bersuhu 20 derajat Celcius yang sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tambahkan pula oksigen untuk pernapasan ikan sehingga bisa bertahan hidup.

Waktu Pemanenan

Waktu yang ideal untuk melakukan pemanenan ikan patin adalah ketika matahari tidak sedang menyengat, yakni pagi ataupun sore. Jika matahari terlalu menyengat, ikan akan cepat merasa gerah ketika dipindahkan, sehingga bukan tidak mungkin ikan patin bisa mati.

Proses Reproduksi Ikan Patin yang Dibudidaya

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar yang perlu diperhatikan adalah proses reproduksi atau pemijahan. Induk jantan ikan patin yang sudah siap bereproduksi setidaknya telah berusia dua tahun, sedangkan induk betina paling tidak berumur tiga tahun. Ikan akan bereproduksi secara alami jika ditempatkan dalam satu area. Ketika telur sudah tampak matang, bisa segera diambil untuk dilakukan perawatan benih.

Penebaran Benih Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar selanjutnya adalah penebaran benih ikan hasil reproduksi. Proses penebaran benih harus dilakukan sesuai metode yang benar, agar benih ikan patin tidak rusak. Penebaran ini dapat dilakukan pada media kolam apapun, baik kolam alami ataupun kolam terpal. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan selama penebaran benih.

Pastikan Kondisi Kolam

Sebelum menebar benih, harus sudah dipastikan dulu kondisi kolam yang akan ditempati terkategorikan layak. Dalam kolam juga harus sudah ada plankton yang dijadikan sebagai bahan makanan alami oleh ikan patin.

Masukkan Wadah

Ketika kolam sudah dipastikan layak, selanjutnya masukkan benih dalam wadah ke dalam kolam dalam durasi waktu sekitar 15—20 menitan. Masukkan benih pada kedalaman kolam yang berkisar 50 cm.

Waktu Terbaik

Waktu terbaik yang paling ideal untuk melakukan penebaran bibit ialah di waktu sore atau pagi hari. Hal ini dikarenakan suhu pada waktu itu masih stabil, sehingga tidak akan memberikan dampak fisiologis pada benih.

Pemberian Pakan Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar selanjutnya adalah pemberian pakan. Pada ikan yang sudah dewasa, pakan dapat diberikan sebanyak tiga kali dalam satu hari. Sementara itu pada ikan patin yang masih kecil-kecil membutuhkan nutrisi lebih untuk berkembang biak, sehingga butuh lebih banyak asupan pakan. Biasanya untuk ikan patin yang masih benih kecil-kecil diberi pakan sekitar empat hingga lima kali dalam sehari.

Cara memberikan pakan pada ikan patin cukup simpel. Pertama, taburkan pakan pada kolam secara merata. Berikan sesuai porsinya, dalam artian jangan terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Idealnya makanan ikan patin dibuat dalam porsi tiga per empat dari berat tubuhnya. Jika makanan terlalu banyak, ikan menjadi pemalas dan tidak lincah. Adapun jika makanan terlalu sedikit, ikan bisa berubah menjadi kanibal yang makan sesamanya.

Pemeliharaan Rutin Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar yang juga penting adalah pemeliharaan rutin. Agar ikan patin bisa memberikan hasil yang maksimal ketika sudah tiba masa panen, maka harus senantiasa dilakukan pemeliharaan yang maksimal. Ada beberapa pemeliharaan rutin yang harus dilakukan oleh pembudidaya, yaitu sebagai berikut.

Mengganti Air Kolam

Idealnya kolam ikan diganti ketika sudah digunakan selama dua hingga tiga minggu. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran serta guna menjaga kondisi kolam tetap higienis sebagai habitat ikan patin.

Pengecekan Volume Air

Ketika musim kemarau tiba, air kolam bisa berkurang secara alami. Begitu pun sebaliknya, ketika musim penghujan tiba, volume air kolam bisa menambah dalam jumlah besar. Agar bisa tetap menjaga volume air kolam tetap stabil, diperlukan pengecekan volume secara rutin.

Pengecekan Kondisi Ikan

Ikan patin yang sedang masa budidaya harus selalu dicek perkembangannya. Sebagai contoh, ketika ikan patin benih sudah berkembang menjadi ikan kecil, maka cenderung lebih lincah. Dengan mengamati kondisi ikan ini, bisa diketahui proses budidaya yang dilakukan.

Proses Persiapan Hormon Perangsang/Kelenjar Hipofise dari Ikan Donor
Ada kalanya dalam cara budidaya ikan patin agar cepat besar diperlukan hormon perangsang atau yang dinamakan kelenjar hipofise untuk bisa membuat ikan bereproduksi. Apalagi jika menggunakan ikan donor. Persiapan proses ini tidak membutuhkan langkah spesifik, karena serupa dengan tahapan pemijahan.

Kawin Suntik (Induce Breeding) Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar juga bisa dilakukan dengan kawin suntik. Langkah ini diambil jika ingin mendapatkan hasil ikan patin mutasi yang ukurannya besar dan berkualitas baik. Yang bisa menjalankan kawin suntik adalah ikan berusia dua tahun lebih dengan bobot lebih dari 2,5 kg. Yang paling penting, ikan harus dalam masa produktif. Caranya adalah dengan menyuntikkan hormon pada induk betina agar bisa memijah hasil suntikan.

Penetesan Telur Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar selanjutnya adalah penetasan telur. Setelah pemijahan dilakukan, dalam jangka waktu tertentu telur akan menetas secara alami menghasilkan benih ikan patin. Untuk merawatnya, simpan telur pada tempat yang berbeda dengan diberi cairan kimia tertentu agar dapat mengetahui kapan telur siap menetas.

Perawatan Larva Ikan Patin

Cara budidaya ikan patin agar cepat besar pada larva ikan patin adalah sebagaimana perawatan benih ikan pada umumnya. Perlu diperhatikan suhu kolam agar tetap stabil, sedikit hangat tetapi tidak terlalu lembap. Selain itu, perlu dilakukan pengecekan air secara berkala guna memastikan air masih dalam kondisi baik untuk perkembangbiakan larva ikan patin.

Pendederan Ikan Patin

Tidak sulit untuk melakukan pendederan ikan patin. Pendederan umumnya dibuat pada media akuarium. Selain akuarium, bisa juga menggunakan media lain yang memenuhi syarat digunakan sebagai tempat pendederan. Jika tempat sudah siap, barulah bisa dilakukan langkah-langkah pendederan ikan patin di bawah ini.

Membersihkan Tempat Pendederan

Langkah pertama dalam pendederan adalah membersihkan media. Jika menggunakan akuarium, maka bersihkan akuarium. Bisa dilakukan dengan menyuci dan membilas media guna menghilangkan bakteri di dalamnya. Setelah itu tunggu hingga media kering.

Mempersiapkan Air

Setelah media siap, selanjutnya adalah menambahkan air dengan parameter yang cukup. Air ini bisa berupa air sungai atau air tawar dari tempat lain lain dengan karakteristik hampir mirip habitat alami ikan patin.

Aklimasi

Proses inilah yang bisa dikatakan paling penting dalam pendedaran ikan. Aklimasi merupakan proses dengan tujuan untuk menyamakan suhu perairan yang lama dengan suhu perairan baru. Setelah itu, dilakukan pemindahan ikan secara bertahap.

Aerasi

Proses ini melibatkan aerator yang bekerja untuk menekan udara sehingga menimbulkan gelembung-gelembung. Ketika sudah mencapai permukaan atmosfer, akan terjadi difusi yang memberikan udara agar larva ikan bisa berenang lincah meskipun berada di lingkungan baru.

Itulah tahapan, metode, serta cara budidaya ikan patin agar cepat besar. Pada dasarnya cara pembudidayaan ikan ini tergolong mudah. Hanya saja memang dibutuhkan ketekunan dan kesabaran dalam perawatan, agar mampu memberikan hasil ikan patin yang berkualitas unggul.

Inilah Cara Budidaya Lobster Air Tawar…

Diantara ikan laut lainnya, lobster bisa dikatakan merupakan primadona karena tidak hanya rasanya yang nikmat, harganya juga terbilang lebih tinggi.
Muhai
7 min read

Cara Ternak Kerbau Modern di Indonesia…

Kerbau menjadi salah satu hewan yang cukup banyak diternakkan di Indonesia. Kerbau banyak pula digunakan dalam beberapa acara adat istiadat.
Muhai
3 min read

Mudahnya Cara Ternak Pleci Agar Cepat…

Bagi Anda yang menyukai burung, tentu sudah tak asing lagi dengan burung Pleci. Burung kicau yang satu ini juga sudah banyak diternakkan lo
Muhai
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *